| Hasil Diskusi Technopreneurship di ITB PIKSI |
|
|
|
| Written by Lamhari |
|
Tujuan a. Umum - Menemu kenali persoalan-persoalan krusial perekonomian dan ketenaga-kerjaan di Provinsi Banten - Mengidentifikasi masalah, gagasan dan alternatif solusi dari persoalan ekonomi, kewirausahaan dan tenaga kerja di Banten - - Mendiskusikan ide dan gagasan Technopreneurship sebagai alternatif ekonomi, kewirausahaan dan tenaga kerja di Banten; Konsep dan apa dan bagaimana implementasinya dikalangan perguruan tinggi. - Menyepakati konsep dan rencana tindak dari diskusi b.Tujuan Khusus Bagi ITB PIKSI - Hasil diskusi menjadi refrensi dan inputan dalam menyusun kurikulum dan matrikulasi perkuliahan bagi mahasiswa ITB PIKSI - Hasil dan rekomendasi akan dijadikan arah, visi, dan kajian bagaimana masalah dan pola pengarus utamaan dan disiminiasi Technopreneurship di Banten dan sampai tingkat Nasional Diskusi yang membahas tentang Technopreneurship tersebut dihadiri olehdari berbagai macam kalangan bidang diantaranya dari Ahli, Praktisi, Prbankan, Kalangan Perguruan Tinggi Dan Pemerintah Daerah Provinsi Banten. Yang diwakili oleh : 1. Bambang DS, SE., MM (ITB Piksi) 2. Drs. Yos Sudarso (ITB Piksi) 3. Iwan K. Hamdan, S.IP,MA (Rektor ITB Piksi) 4. Dr.Ir. Rismunandar, M.Eng (Akademisi) 5. Ir. Setiawan (BUMD Kab. Serang dan Praktisi Bisnis) 6. Rasmin, SE (LPK Bank Serang) 7. Ahmad Firdaus (Bank Serang) 8. Ir.H.A. Ruhendi (Direktur PDAM Serang dan Praktisi Banten) 9. Imam Basori (Piksi Input / JIMS) 10. Drs. H.E. Yoenoes, M.Si (Kades Indag Kab. Serang) 11. Dr.A. Yani (Akademi Banten) 12. Dr. Mahdani (Bapeda Banten) 13. Gatot Kurniawan (Bank Indonesia Cabang Serang) 14. H. Muchar Mandala, SE, (Mantan Bankir Nasional) 15. Boby Hidayat (ISM) Technopreneurship di perguruan tinggi adalah incubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk mensiasati masalah pengengguran intelektual yang semakin meningkat (± 30 Juta Orang) dengan menjadi seseorang usahawan terdidik, generasi muda khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan-lapangan pekerjaan baru. Semoga dengan munculnya generasi Technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global. a.Permasalahan Sarjana Baru (Fresh Graduated) - Susah mencari kerja - Ada lowongan kerja, tetapi kemampuan fresh graduate terbatas, - Tidak ada pembimbing dalam menentukan karir untuk mencari peluang kerja - Pengalaman kerja di utamakan
b.Persepektif Industri - Butuh SDM yang siap terap - Sulit mancari SDM yang siap pakai - Butuh SDM yang menguasai teknologi terbaru - Harus melakukan pelatihan untuk pegawai baru - Level skil untuk industry harus memadai - SDM banyak tetapi tidak memenuhi criteria Disisilain bahwa kurikulum Technopreneurship, diberikan di perguruan tinggi memiliki tujuan sebagai berikut - Memberikan kontribusi kongkrit untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual di Indonesia - Mengembangkan spirit kewirausahaan di dunia perguruan tinggi. - Meminimalisir gap antara pemahaman teori & Realita praktek dalam pengelolaan bisnis
Manfaat bagi mahasiswa dalam proses implementasi Technopreneurship adalah sebagai berikut : 1.Memperoleh pencerahan mengenal alternative profesi sengai wirausaha selain sebagai ekonom, manager atau akuntan dan atau profesi lainnya. 2.Mendapatkan pengetahuan dasar dalam bentuk teori maupun praktek magang dalam mengelola suatu bisnis 3.Memperoleh akses untuk membangun networking dunia bisnis. Sedangkan bagi perguruan tinggi adalah : 1.Menjadi bantuk tanggung jawab sosial sebagai lembaga pendidikan untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah pengangguran 2.Menjadi bagian penting dalmam usaha menjembatani gap kurikulum pendidikan antara lembaga pendidikan dan industri pengguna 3.Menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan mutu lulusan 4.Menadi wahana interaksi untuk komunitas PT yang terdiri dari alumni, mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan masyarakat umum. Berdasarkan tujuan tersebut diatas maka program pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dirancang meliputi 6 (enam) kegiatan yang saling terkait yaitu : 1.Pelatihan materi “Techno SKILL BASED” 2.Kuliah kewirausahaan 3.Magang kewirausahaan 4.Kuliah kerja uasaha 5.Karya alternatif mahasiswa 6.Konsultasi bisnis dan peluang usaha |
Statistik Pengunjung







![]() | Today | 1085 |
![]() | Yesterday | 1320 |
![]() | This week | 7623 |
![]() | Last week | 6727 |
![]() | This month | 4676 |
![]() | Last month | 31263 |
![]() | All | 371980 |
Your IP: 38.107.191.100
,
Now is: 2010-09-04 19:32






















