hosting menu left
hosting menu right

top of hosting header

Online Support

call

ICT Piksi  

Marketing

Akademik

ITB Piksi  Facebook ITB Piksi

Jl. Trip Jamaksari No.6-A Ciceri Serang-Banten

Telep : 0254-216849

SMS Center : +6285283742370

Link Umum

Forum Piksi Input Serang

 

Kopertis

 

LSP Telematika

 

Inherent

Bursa Piksi Input Serang

Home
Kasus Pembobolan ATM Kakin Marak PDF Print E-mail
Written by Lamhari   

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengklaim masalah pembobolan dana nasabah bank kini sudah bisa teratasi. Hingga Kamis (21/1/2010), sudah tidak ada tambahan kerugian akibat pembobolan dari bank.

"Dari laporan terakhir bank, sampai dengan hari ini tidak terdapat perubahan yang signifikan atas potensi kerugian material pada hari sebelumnya, yaitu sekitar Rp 5 miliar dari 4 bank," jelas Kepala Biro Humas BI, Didi A Johansyah, dalam siaran persnya, Jumat (22/1/2010).

"Hal ini mengindikasikan bahwa bank telah mampu mengatasi permasalahan tersebut dan dengan demikian masyarakat tetap aman menggunakan kartu ATM sebagaimana biasa," imbuh Didi.

Ia menambahkan, BI juga telah memerintahkan bank untuk mengganti kerugian nasabah segera setelah proses verifikasi kerugian selesai dilakukan.

Sementara bank diminta mengganti kartu ATM nasabah yang dicurigai telah dicuri datanya dan melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai keamanan penggunaan kartu ATM. BI juga telah meminta bank untuk memeriksa dan mendeteksi serta meningkatkan keamanan mesin-mesin ATM dan EDC (Electronic Data Capture) baik secara sistem maupun secara fisik atau lokasinya.

"BI juga mengimbau agar nasabah selalu meneliti dan memperhatikan kondisi saat menggunakan mesin ATM maupun EDC," imbuh Didi.

Sejumlah bank kemarin memang telah mempublikasikan kerugian yang diderita nasabah akibat aksi pembobolan yang diduga dilakukan sindikat internasional. Antara lain adalah:

* BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar
* BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta
* BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta.

BI juga memberikan sejumlah tips yang bisa digunakan masyarakat agar terhindar dari pembobolan:

Melindungi kerahasiaan PIN antara lain dengan cara:
1. Menjaga kerahasiaan PIN

* Gantilah PIN secara berkala
* Menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain,
* Tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN

2. Memperhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.

3. Pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM pada merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memperhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah dihimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat atau kepada pihak berwajib.

4. Segera blokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi
5. Cari lokasi ATM yang relatif aman
6. Jangan mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM, waspadalah selalu.

 

Search

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1139
mod_vvisit_counterYesterday1320
mod_vvisit_counterThis week7677
mod_vvisit_counterLast week6727
mod_vvisit_counterThis month4730
mod_vvisit_counterLast month31263
mod_vvisit_counterAll372034

Online (20 minutes ago): 27
Your IP: 38.107.191.101
,
Now is: 2010-09-04 20:19
Visitors Counter 1.6

eMail ITB Piksi

eMail ITB Piksi

Kalender Akademik

 

Kalender Akademik

Waktu Indonesia

Chat Room ITB Piksi

Facebook ITB Piksi

Yahoo Massanger

Galeri Foto

 

Image




website hosting main area bottom

Powered by Politeknik Piksi Input Serang .Designed by : PIS-ICT